3 Tanda Tanda Kehamilan Memerlukan Induksi

Induksi merupakan sebuah proses stimulasi untuk merangsang kontraksi rahim sebelum terjadinya kontraksi alami. Tujuan dari dilakukannya induksi ini adalah untuk mempercepat proses persalinan. Prosedurnya tidak boleh dilakukan sembarangan karena jika dibandingkan dengan persalinan normal, resikonya akan lebih banyak. Bagi para wanita yang akan menjalani prosedur ini maka sebaiknya mencari terlebih dahulu informasinya selengkap mungkin mulai dari alasan dilakukannya hal tersebut, prosedur, tanda tanda hamil harus menggunakan induksi dan juga kemungkinan resiko yang akan dialaminya.

Untuk memicu kotraksi atau persalinan ini tidak adanya cara alami yang bisa dilakukan. Kemungkinannya kamu pernah mendengar untuk memicu terjadinya kontraksi dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti berhubungan seks, minum obat herbal tertentu, stimulasi putting susu, ataupun melakukan akunpuntur. Tetapi sebagian dari cara cara tersebut belum terbukti secara ilmiah, sedangkan untuk sebagian yang lainnya tidak dapat memberikan efek stimulasi yang cukup.

Lalu apa yang menyebabkan perlunya dilakukan induksi persalinan? Jika ibu belum menunjukkan juga tanda tanda akan melahirkan setelah tanggal perkiraan kelahiran bayi, padahal ibu tidak mengalami masalah kesehatan yang serius maka biasanya dokter akan menunggu terlebih dahulu hingga janin berusia 2 minggu. Tetapi jika usia kandungan telah mencapai 42 minggu, maka diperlukannya untuk mencari cara memicu kelahiran bayi.

Mengapa begitu? Karena setelah masa ini akan lebih tingginya risiko komplikasi bayi dan juga resiko persalinannya. Jika tertelannya meconium atau tinja bayi maka akan dapat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan ataupun infeksi paru paru pada bayi. Terjadinya kehamilan yang lebih dari 42 minggu juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kondisi yang gawat pada janin. Oleh karena itu diperlukannya melakukan induksi untuk mempercepat proses persalinan supaya dapat terhindarnya kondisi yang buruk pada janin.

Biasanya akan dilakukannya indukasi jika terjadinya beberapa kondisi seperti dibawah ini :

  1. Pada Saat Air Ketuban Pecah Tetapi Ibu Belum Juga Merasakan Kontraksi

Pada saat air ketuban pecah lebih dari satu hari dan ibu belum juga melahirkan maka akan meningkatnya resiko terkena infeksi. Didalam kondisi yang seperti ini biasanya ibu akan membutuhkan operasi caesar.

  1. Pada Saat Kandungan Melewati Waktu Perkiraan Persalinan

Pada saat usia kandungan ibu telah melebihi 42 minggu tetapi belum adanya tanda tanda akan keluarnya bayi, maka ini akan beresiko meninggalnya bayi didalam kandungan dan akan semakin tinggi masalah yang lainnya. Pada saat inilah biasanya akan ditawarkannya induksi.

  1. Pada Saat Ibu Mengalami Gangguan Kesehatan

Jika ibu menderita sebuah penyakit misalnya tekanan darah tinggi ataupun diabetes yang kemungkinannya akan memberikan dampak yang buruk kepada kondisi dan pertumbuhan bayi, untuk kesehatan ibu dan bayi maka biasanya dokter akan menawarkan prosedur induksi.

Dokter juga akan menawarkan induksi pada saat terjadinya beberapa kondisi yang lainnya seperti terjadinya infeksi pada rahim, bayi akan berhenti berkembang, cairan ketuban untuk melindungi bayi kurang cukup, mengalami preeklamsia, atau jika plasenta luruh dari dinding rahim bagian dalamnya sebelum waktu persalinan. Didalam kondisi yang seperti ini maka pada saat kehamilan telah mencapai usia lebih dari 39 minggu dan tempat tinggal si ibu jauh dari Rumah Sakit, untuk mengurangi resiko terjadinya gangguan pada ibu dan bayi, maka akan dilakukanya induksi. Ada berbagai metode induksi yang bisa dipilih seperti Membrane Sweep, memecahkan air ketuban, mematangkan leher rahim, dan juga menggunakan obat obatan yang diinfuskan ke pembuluh darah.