Berita Forex Terkini Dalam Dunia Internasional

Dollar AS yang kian melemah terhadap Yen pada sesi perdagangan forex dunia menjadikan keterpurukan pasar saham AS hingga level terendah selama kurang lebih delapan bulan terakhir. Fenomena ini dinilai sangat mengejutkan, mengingat kenaikan suku bunga The Fed, Dollar AS lebih dipilih sebagai safe haven dibandingkan mata uang lainnya termasuk Yen.

Secara khusus, Yen pun menguat pesat pada pekanĀ  ini, setelah International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahaya perang dagang bagi pertumbuhan ekonomi setiap negara bagian. Namun, hal ini malah menaikan proyeksi pertumbuhan jepang.

Meskipun Dollar AS merupakan aset safe haven, kekhawatiran berlanjut terhadap stabilitas perekonomian dalam negri yang memicu aksi jual Greenback. Hal ini pun menyebabkan indeks Dollar AS semakin merosot, sementara rival dari mata uang berbeda semakin menguat secara bersamaan termasuk Yen dan Dollar Autralia.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang sangat riuh bagi para investor akibat peringatan IMF. Para investor kemudian berlomba-lomba menjual semua saham milik mereka dan menyebabkan pasar ekuitas AS anjlok bersamaan. Dampak yang sangat mengenaskan juga dirasakan hingga ke daratan Asia.

Ketua IMF, Chrisitine Lagarde mengungkapkan bahwa valuasi pasar saham kini sudah sangat tinggi. Lembaga dana moneter dunia pun memperingatkan resiko yang mungkin ditimbulkan dalam stabilitas finansial dan ketidakpastian konflik perdagangan.

USD/JPY tertekan dan melemah ke level 112.13 terhadap Dollar AS. Level ini merupaka level terendah sepanjang bulan ini. Hal ini tentu sangat memprihatikan mengingat nilai suku bunga yang terus meningkat dan berdampak pada perdagangan internasional hal ini juga bisa menjadi suatu signal forex bagi perdangang forex dunia.

Sejauh ini tidak ada data ekonomi penting berdampak besar yang dikeluarkan oleh AS ataupun Autralia. Hanya satu event kecil di Melbourne yang sempat menjadi sorotan. Asisten Gubernur RBA, Luci Ellis, pada konferensi Outlook Ekonomi dan sosial mengatakan bahwa kebijakan bank sentral untuk ekspansif merupakan upaya untuk membantu perekonomian menyerap kapasitas tenaga kerja yang membludak di pasar tenaga kerja supaya terbudayakan dan berguna bagi negara masing-masing.