Mengapa Naruto Lebih Populer Dari One Piece di Indonesia?

Jepang sebagai negara pemilik anime sub indo selalu menghasilkan beberapa nama karakter yang begitu melekat dengan para pencintanya dari seluruh dunia, khususnya Naruto dan One Piece. Namun, di Indonesia sendiri rupanya popularitas Naruto jauh lebih signifikan dan ternama daripada One Piece yang dinaungi Oda dkk. Lantas, apa penyebabnya? Maka dari itu, berikut ini adalah 3 alasan utama mengapa kejadian ini bisa terjadi sampai sekarang, yaitu :

  • Naruto Berlaku untuk Semua Umur

Tidak dapat dipungkiri jika eksistensi Naruto sangat layak ditonton untuk semua umur dari kalangan umum di Indonesia. Pasalnya, jam tayangnya pun cenderung mulai pagi hari dan One Piece justru mengarah kepada orang semi dewasa. Bahkan, KPI sendiri lebih mengutamakan popularitas Naruto di Indonesia karena konteksnya yang dinamis sedangkan One Piece sudah tidak ditayangkan kembali.

  • Cerita Naruto Lebih Jelas dan Ringkas

Naruto merupakan salah satu serial anime yang paling sering ditonton semua masyarakat Indonesia sampai saat ini, Sebab, ceritanya yang jelas dan sederhana sehingga mudah dipahami semua orang yang berbeda dengan One Piece dimana ceritanya cenderung lebih luas. Bahkan, Naruto sendiri selalu memberikan alur cerita yang sangat signifikan daripada One Piece yang ceritanya sangat kompleks.

  • Naruto Memiliki Tampilan Lebih Sopan

Alasan paling logis mengapa Naruto masih bertahan di tanah air sampai sekarang adalah setiap karakter yang berperan didalamnya memiliki tampilan yang lebih sopan dan lebih tertutup. Namun, hal ini akan berbeda drastis jika anda menonton One Piece dimana kebanyakan tokohnya selalu memberi penampilan yang sangat terbuka sehingga KPI mencekalnya karena tidak layak untuk anak-anak.

Oleh karena itu, apabila diperhatikan secara seksama bahwa salah satu penyebab utama mengapa Naruto lebih populer dan selalu ditayangkan sampai detik ini di Indonesia adalah konten yang disajikan tidak terlalu terbuka sehingga layak ditonton untuk anak-anak. Bahkan, KPI sendiri sudah memotong beberapa adegan yang terdapat dalam One Piece namun juga kurang sistematis dan tidak layak untuk anak-anak yang menjadi penonton utamanya.