Naahh inilah Tata Cara Memandikan Jenazah Yang Benar

Sebelum dimakamkan di pemakaman muslim, jenazah orang Islam harus dimandikan dan dishalatkan lebih-lebih dahulu (hukum memandikan jenazah adalah fardhu kifâyah).

Image result for cara memandikan jenazah

Sama seperti kewajiban lainnya didalam Islam, memandikan jenazah ada syarat dan tata caranya. tetapi jika anda mengalami kesulitan untuk tempat pemandian pada saat akan memandikan jenazah, maka anda bisa kunjungi http://pemandianjenazah.net

Apa syarat dan tata langkah memandikan jenazah menurut Islam? Berikut pembahasannya.

Syarat Jenazah yang Wajib Dimandikan Menurut Islam
Jenazah muslim atau muslimah.
Ada tubuhnya.
Bukan mati syahid.
Bukan bayi yang meninggal karena keguguran.
Syarat Orang yang Memandikan Jenazah
Muslim.
Berakal.
Balig.
Berniat memandikan jenazah.
Jujur dan saleh.
Terpercaya, amanah, jelas hukum memandikan jenazah, dan sanggup menutupi aib si jenazah.
Orang yang Berhak Memandikan Jenazah
Adapun orang yang berhak memandikan jenazah adalah sebagai berikut:

Orang yang paling utama untuk memandikan dan mengkafani jenazah laki-laki adalah orang yang diwasiatkan oleh si jenazah semasa hidupnya, kemudian ayah, kakek, keluarga terdekat, mahramnya, dan istrinya.

Apabila dari pihak keluarga tidak ada yang sanggup memandikannya, maka boleh diwakili oleh orang laki-laki lain yang sanggup memandikannya.

Orang yang paling utama untuk memandikan dan mengkafani jenazah perempuan adalah ibunya, neneknya, keluarga paling dekat dari pihak wanita, dan suaminya.

Apabila dari pihak keluarga tidak ada yang sanggup untuk memandikannya, maka boleh diwakili oleh perempuan lain yang sanggup dan biasa memandikan jenazah.

Untuk jenazah anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya, dan sebaliknya untuk jenazah anak perempuan boleh laki-laki yang memandikanya.

Jika seorang perempuan dewasa meninggal, sedangkan yang tetap hidup seluruhnya cuma laki-laki, dan dia tidak mempunyai suami, atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal sementara yang tetap hidup cuma perempuan saja dan ia tidak mempunyai istri, maka jenazah selanjutnya tidak dimandikan, tetapi cukup ditayamumkan.

Cara mentayamumkannya, yakni seseorang menepukkan ke dua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkannya ke anggota muka dan punggung jenazah.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam:

“Jika seorang meninggal ditempat laki-laki dan tidak ada perempuan lain atau laki-laki meninggal di area perempuan-perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya, maka ke dua mayat itu ditayamumkan, selanjutnya dikuburkan karena kedudukannya mirip seperti tidak mendapat air.” (HR Abu Daud dan al-Baihaqi)

Untuk makin lama jelas penjelasan tentang siapa saja yang berhak memandikan jenazah, silakan lihat video penjelasan Ustadz Dr. Khalid Basalamah di bawah ini.

Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam
Pertama-tama, siapkan semua peralatan untuk memandikan jenazah. Peralatan-peralatan selanjutnya pada lain:

Ruang tertutup untuk memandikan jenazah.
Tempat atau alas untuk memandikan jenazah. Usahakan agar area atau alas pemandian agak miring ke arah kakinya, tujuannya agar air dan semua yang keluar dari jasadnya sanggup mengalir ke bawah bersama mudah.
Air secukupnya.
Sabun, air kapur barus, dan wangi-wangian.
Sarung tangan untuk memandikan.
Potongan atau gulungan kain kecil-kecil.
Kain basahan, handuk, dan lain-lain.
Setelah area dan peralatan yang dibutuhkan tersedia, maka tibalah saatnya untuk memandikan jenazah.

Pertama kali yang harus dilakukan oleh petugas ialah melunakkan persendian jasad jenazah lebih-lebih dahulu. Apabila kuku si jenazah panjang, maka hendaknya kukunya selanjutnya dipotong hingga mempunyai ukuran panjang yang normal. Begitu pula bersama bulu ketiaknya. Adapun bulu kelamin, maka jangan dicukur, karena itu merupakan aurat besar.

Setelah itu kepala jenazah diangkat hingga 1/2 duduk, selanjutnya diurut perutnya bersama perlahan hingga semua kotoran didalam perutnya keluar.

Petugas yang memandikan jenazah hendaknya kenakan sarung tangan maupun kain untuk bersihkan qubul dan dubur jenazah tanpa harus lihat maupun menyentuh auratnya.

Setelah jenazah dimandikan, kemudian petugas ‘mewudhui’ jenazah sebagaimana wudhu sebelum akan sholat. Dalam ‘mewudhui’ jenazah tidak harus memasukkan air ke didalam hidung dan mulut jenazah, dapat tetapi petugas cukup membasahi jari yang dibungkus bersama kain, kemudian jari selanjutnya digunakan untuk bersihkan bibir jenazah, menggosok gigi dan ke dua lubang hidungnya hingga bersih.

Selanjutnya petugas menyela jenggot dan membasuh rambut jenazah menggunakan busa perasan daun bidara, atau bersama menggunakan perasan sabun, kemudian sisa perasan daun bidara selanjutnya digunakan untuk membasuh sekujur tubuh jenazah.

Membasuh Tubuh Jenazah
Saat membasuh jenazah disunnahkan untuk mendahulukan anggota badan sebelah kanan. Pertama membasuh tekuknya yang sebelah kanan, kemudian bahu dan tangan kanannya, kemudian betis, paha dan telapak kaki sebelah kanannya.

Selanjutnya petugas membalikkan tubuhnya bersama posisi miring ke sebelah kiri, kemudian membasuh belahan punggungnya sebelah kanan. Setelah anggota tubuh sebelah kanan sudah selesai, kemudian bersama langkah yang mirip membasuh anggota badan yang sebelah kiri.

Jumlah Bilangan didalam Memandikan Jenazah
Wajib memandikan jenazah sebanyak satu kali. Apabila dilakukan hingga kali maka itu adalah lebih utama (afdhal). Jumlah bilangan didalam memandikan jenazah terkait pada kotoran yang terdapat pada jenazah.

Pada pembilasan terakhir, air yang digunakan hendaknya dicampur bersama kapur barus lebih-lebih dahulu, agar air selanjutnya menyebabkan bau harum pada jenazah.

Apabila ada halangan didalam memandikan jenazah, jikalau karena tidak ada air atau jenazahnya didalam keadaan tidak utuh, maka cukup ditayamumkan. Cara mentayamumkannya yakni petugas menepukkan ke dua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkannya ke anggota muka dan punggung jenazah.
Hendaknya petugas yang memandikan atau yang mengurus jenazah menutupi semua aib yang ada pada jenazah, baik dari aspek fisik maupun kejadian-kejadian yang lain. ketika semuanya telah selesai anda pasti membutuhkan keranda untuk jenazah bukan?? oleh karena itu,,segeralah kunjungi http://pemandianjenazah.net/kain-penutup-keranda-jenazah