Tata Cara Pelaksanaan dalam Ibadah Haji dan Umrah

Terdapat tiga cara dalam pelaksanaan haji dan umrah, yaitu:
1. Ifrad, adalah ihram untuk haji saja lebih dahulu dari miqatnya, kemudian menyelesaikan pekerjaan haji. Setelah itu ihram untuk umrah kemudian mengerjakan umrah. Ini artinya lakukan satu per satu dan mendahulukan haji. Cara ini adalah cara yang lebih baik dari dua cara yang lain.
2. Tamattu’, adalah mendahulukan umrah dari haji dengan cara semula ihram untuk umrahdari miqat negerinya kemudian menyelesaikan seluruh urusan umrah, selanjutnya ihram lagi untuk haji.
3. Qiran, adalah mengerjakan haji dan umrah secara bersama-sama, dengan cara lakukan ihram untuk keduanya pada selagi ihram haji dan mengerjakan seluruh urusan haji dan umrah, Dengan demikian, termasuk dalam pekerjaan ibadah haji. (Slamet Abidin, 1998: 280-281)

Cara Melaksanakan Haji
Ibadah haji adalah tidak benar satu rukun Islam yang lima, yang diwajibkan oleh Allah atas muslim yang sudah mencukupi syarat-syaratnya. Diwajibkan sekali seumur hidup, yang kedua kali dan seterusnya hukumnya adalah sunnat.
Firman Allah SWT:
…وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Artinya: ”… dan menjadi kewajiban bagi manusia pada Allah berhaji ke ka’bah itu, yakni (bagi) orang yang sanggup datang ke di antara mereka.” (Q.S Al-Imran: 97)
Adapun tata cara pelaksanaan ibadah haji yaitu:
Ihram
Tawaf
Sa’i
Wuquf di Arafah
Bermalam di Muzdalifah
Bermalam di Mina
Melontar Jumrah
Tahallul
Kemudian lagi ke Mekkah selanjutnya bertawaf ifadah.
Kembali ke Mina
Tawaf Wada’

Cara Melaksanakan Umrah
Firman Allah SWT:
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ…
Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah gara-gara Allah…” (QS. Al-Baqarah: 196)
Adapun tata cara pelaksanaan umrah adalah sebagai berikut:
a. Niat mengawali umrah dan juga ihram dan membaca talbiyah dari miqat.
b. Menghentikan bacaan talbiyah sesudah hingga di Ka’bah (memasuki Masjidil haram), kemudian tawaf 7 keliling (tawaf umrah bagi yang lakukan haji Tamattu’ dan tawaf Qudum bagi yang melaksanakn haji Qiran dan Ifrad). Setiap putaran diawali dari hajar Aswad dan diakhiri di sana pula.
Hal-hal yang mesti diperhatikan pada selagi tawaf adalah:
1) Mencium Hajar Aswad terkecuali memungkinkan, tapi bila mendapat kesukaran boleh menjamah saja dengan tangan dan bila menjamah pun sukar, maka memadai dengan berikan tanda sambil bertakbir dan tidak boleh berdesak-desakan di Hajar Aswad agar tidak menyakiti orang lain.
2) Tawaf itu dari sebelah luar Hijir Ismail dan tidak boleh dari sebelah dalamnya gara-gara bagian itu termasuk Ka’bah.
3) Setelah selesai tawaf keemudian salat dua rakaat di belakang makam Ibrahim as., terkecuali memungkinkan tapi bila tidak memungkinkan di tempat mana saja dari Masjidil Haram.
c. Kemudian Sa’i antara Safa dan Marwah sebanyak 7 kali, yakni Sa’i umrah bagi yang lakukan haji Tamattu’ dan Sa’i haji bagi yang melaksanakn haji Qiran dan Ifrad. Disyaratkan untuk Sa’i: Niat, tertib, dilaksanakan sesudah selesai tawaf, dan prima 7 kali.
d. Tahallul dengan mencukur seluruh rambut atau memotong {beberapa|sebagian|lebih dari satu} bagi yang lakukan haji tamattu’ untuk menyempurnakan umrahnya. Setelah tahallul maka dihalalkan baginya apa-apa yang diharamkan kala ia berihram. Adapun yang lakukan haji ifrad atau haji qiran, ia senantiasa mengenakan ihramnya, untuk menunaikan ibadah haji dan tidak boleh tahallul, terkecuali pada hari qurban.

Artikel Terkait
Badal HajiTravel Haji Umrah